Langsung ke konten utama

Postingan

UT Korea: Ikhtiar Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia di Tanah Rantau

Hari – hari ini keoptimisan, kewaspadaan dan kadang kepesimisan membaur dalam obrolan – obrolan mengenai kependudukan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di negara tercinta kita, Indonesia. Sebabnya bukan lain adalah puncak bonus demografi Indonesia yang sudah ada di depan mata. Seperti data – data yang ditunjukkan oleh Badan Pusat Statistika (BPS), Indonesia yang pada tahun 2016 memiliki populasi penduduk sebesar 258 juta jiwa dengan komposisi usia yang mendominasi adalah usia 15 -34 tahun, diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada kisaran tahun 2025 – 2030. Bonus demografi yang berarti usia produktif (15 – 64 tahun) menjadi populasi terbanyak, menjadikan Indonesia harus waspada karena dengan jumlah usia produktif yang mendominasi akan bisa menghasilkan dampak sangat positif bagi pertumbuhan, perkembangan serta kemajuan Indonesia atau bisa jadi dampak sebaliknya. Usia produktif yang terarahkan, terlatih dan terdidik akan menjadikan kita siap menyambut puncak bonus ...

Keluarga Semut

Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga Selamat pagi Emak Selamat pagi Abah Mentari hari ini berseri indah Terima kasih Emak Terima kasih Abah Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti Agil sama Ara! Teteh mau jualan opak dulu ya Ya Teh... Jangan lupa bilang sama Abah ya! Ya Teh... Ya, Mau permen... Permen, permen apa? Permen apa aja... A.., Teteh berangkat dulu ya... Ya Teh... Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga Selamat pagi Emak Selamat pagi Abah Mentari hari ini berseri indah Terima kasih Emak Terima kasih Abah Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti Anak generasi 90-an pastilah tahu bagaimana melantunkan lirik lagu di atas.  :) Yaaa, itu adalah lagu “Ke...

Story About Love

Terkisah pada suatu masa dua sejoli telah menetapkan hari agung yang akan menjadi tonggak sejarah sepanjang hidup mereka. Hari agung yang didambakan oleh setiap makhluk bernyawa yang dianugerahi-Nya rasa cinta, hari agung yang membawakan kegembiraan bukan hanya untuk dua manusia tapi juga dua keluarga, hari dimana manjadi hari pentasbihan Sang Gagah menjadi raja dan Si Jelita menjadi ratunya. Hari pernikahan, kita menyebutnya. Diceritakan hari agung itu berjarak lebih dari 4 bulan lamanya dari masa pertemuan pertama antara dua sejoli tersebut. Sebuah pertemuan yang dimotori oleh seorang yang menjadi teladan bagi keduanya. 4 bulan adalah masa penantian yang tidak sebentar bagi Si Jelita karena dalam dirinya telah tumbuh benih harap untuk segera dididik  menjadi rekan yang siap menemani dalam pelayaran mengarungi lautan dunia. Namun bagi Sang Gagah, menyiapkan diri menjadi nahkoda yang tangguh dan menyiapkan segala perbekalan untuk berlayar, menjadikan rentang  4 bulan ada...

Tentang Sebuah Hati

Hati dalam bahasa arab disebut “qalb” yang artinya bolak – balik. Penamaan ini berdasarkan sifat dan karakteristik dari benda ini yakni suka bolak – balik, suka berubah – ubah. Maka tak ayal salah satu doa yang banyak dipanjatkan oleh umat muslim adalah “ Yaa Muqolllibal Qulub, Tsabit Qulubina ‘Alaa Diinika ” “ Wahai Sang pembolak – balik hati, tetapkanlah hati kami di atas agama Mu ”. Yaa, kita perlu memohon doa semoga hati kita selalu terpaut dan berada dalam lingkup agama Nya karena apabila hati ini dipalingkan dari agamanya maka sesungguhnya itulah bencana terbesar bagi kita. Ngomong – ngomong soal hati, pastinya masing – masing  dari  kita memiliki banyak cerita yang membenarkan sifat dari suka bolak – balik nya hati. Betapa ketika kita merenungi, kita terkadang dibuat nya tersenyum – senyum tersebab dari “lucu” nya hati kita berbalik arah akan suatu hal. Berbalik dari tadinya benci menjadi cinta ataupun sebaliknya. Pernah suatu ketika salah seorang teman berc...

(Semacam) Janji Untuk Anak - Anak Ku (Kelak)

Aaah tetiba ingin mengabadikan lewat tulisan apa-apa yang memutar di kepala. Sedikit ragu karena beberapa hal, tapi ya sudahlah  anggap sebagai self reminder :) Apa yang terfikirkan dan berputar di dalam kepala beberapa waktu ini adalah tentang bagaimana mendidik anak. Sering sekali mencoba mengikuti video – video tentang parenting, membaca-baca artikel dan kisah tentang mendidik anak,  mendengar cerita dari sahabat dan saudara tentang mendidik anak, hingga tidak jarang  melihat secara langsung bagaimana orang tua berinteraksi dengan anak – anaknya. Akumulasi dari proses itu menimbulkan banyak ide terkait pola dan bagaimana kelak saya ingin mendidik anak – anak saya. Insyaallah . :)  Sesekali mencoba mempraktekan sih apa yang dipahami kepada anak orang lain seperti anak kakak (ponakan) atau anaknya teman tapi ya karena bukan anak sendiri jadi belum sesuai dengan road map yang sudah dicanangkan. Azeeekk .Hahaha. Jika berbicara mendidik anak maka tuntunan agama...

The Power of Meja Makan

Seberapa sering anda mendengar hal-hal besar ternyata bermula dari meja makan? Saya pribadi sangat sering sekali mendengarnya, baik itu dalam skala keluarga maupun sekala negara. Bagi anda pengamat dan pemerhati cara berpolitik Jokowi maka salah satu strategi Jokowi dalam memindahkan (aka menggusur) beberapa tempat di Solo ketika beliau menjadi Walikota disana maupun ketika masih menjabat menjadi gubernur Jakarta adalah politik makan bersama, politik meja makan. Bahkan yang paling seru dan paling anyar dari cara berpolitik meja makan Jokowi ini adalah ketika menghadapi isu demonstrasi besar-besaran dari mahasiswa-mahasiswa Jakarta dan sekitarnya, Jokowi pun menerapkannya dengan mengundang ketua-ketua BEM tersebut untuk datang ke Istana, makan bareng dan ngobrol bareng . Sebuah cara politik santun yang luar biasa dampaknya.Hehehehe Dilain kisah, saya pernah juga mendengar dan membaca kisah hidup Sri Mulyani, mantan menteri keuangan era SBY yang sekarang menjadi salah satu direktur...

Untuk Mu, Penyeru Kebaikan Ku

Assalamualaikum Yaa Syaikh :) Betapa senangnya kami memiliki mu, berkumpul dengan mu, mendengar dan membaca kata-kata hikmah yang begitu meluncur indah dari lisan dan tulisan Mu. Terimakasih Syaikh karena Engkau telah menjadi pengingat bagi kami ketika kami lalai, menjadi pencerah ketika kami tidak tahu arah, menjadi pembimbing ketika kebimbangan menerpa. Terima kasih Yaa Syaikh. Syaikh, boleh kah Kami menyampaikan apa yang kami rasakan sekarang? Rasa yang ternyata telah menumpuk lama dalam hati-hati kami. Rasa yang ternyata timbunan dari apa-apa yang kami rasakan ketika Engkau mengantarkan kata-kata hikmah melalui lisan  dan tulisan Mu. Rasa yang awalnya kami rasa hanya sebuah perasaan sepintas saja yang akan hilang bersama jalannya waktu namun ternyata kini mengakumulasi menjadi sebuah kegundahan dalam hati-hati ini. Kegundahan yang mungkin akan segera menguap jika ini kami utarakan kepada Mu. Syaikh, izinkan kami untuk mereferensikan pada penggalan sebuah ayat Al-Quran u...

Menyemai Kepasrahan di Awal hingga Akhir Sebuah Ikhtiar

Ada sebuah hal yang unik, yang perlu kita kuasai sebagai amunisi dalam rangka  me- manage tantangan, masalah dan kebingungan menentukan pilihan yang acap kali kita hadapi dalam kehidupan ini, amunisi itu adalah kepasrahan.  Definisi dari kepasrahan adalah bukan berarti diam tak bertindak lalu menunggu hal baru datang untuk mengganti hal yang lama, bukan itu. Karena sesungguhnya kepasrahan adalah sebuah tindakan yang dilakukan setelah menghabiskan tindakan – tindakan lainnya. Dalam bahasa agama kita mengenal tawakal sebagai sikap berpasrah diri atas apa yang telah dilakukan (ikhtiar) dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.   Sepintas definisi ini benar dan memang tidak boleh disalahkan , tapi  definisi ini adalah definisi umum. Lantas adakah definisi lainnya tentang arti kepasrahan/tawakal ?  Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan salah seorang guru SMA, guru SMA yang paling technocholic   dan paling visioner yang pernah saya kenal. Beliau juga ...

Ramadhan di Bumi Gingseng

Ramadhan selayaknya sesuatu yang spesial, kedatangannya selalu dinantikan dan  kehadirannya menjadi sangat diistimewakan bagi umat muslim di penjuru dunia, tidak terkecuali bagi muslim di Korea Selatan. Alhamdulillah, dakwah islam telah sampai di tanah Korea sejak  50 tahun yang lalu dan terus mengalami perkembangan hingga sekarang. Hari ini, berdasarkan informasi dari Korean Moslem Federation (KMF) jumlah muslim di negara yang berpopulasi 50 juta jiwa ini tercatat telah mencapai lebih dari 100.000 orang dengan sepertiga diantaranya adalah penduduk asli Korea sedangkan sisanya adalah para pendatang dari Pakistan, Indonesia, Bangladesh, India, Uzbekistan dan lain - lain yang sedang bekerja, berwirausaha maupun belajar di Korea. Indikasi lain dari terus berkembangnya islam di negeri Gingseng ini adalah semakin banyak nya masjid – masjid besar yang dibangun secara resmi oleh pemerintah Korea dengan bantuan berbagai pihak maupun masjid - masjid kecil (musholah) yang dibangun s...

Bagaimanakah Jalinan Persahabatan Kita Eratkan (?)

Berteman dan memiliki sahabat baik adalah dambaan kita semua. Tidak hanya karena kita makhluk sosial yang memang membutuhkan orang lain tetapi juga dengan bersahabat kita bisa menyelamatkan agama kita. Bukan hal yang jarang kita dengar bahwa agama seseorang bisa terlihat dari agama kawannya, Pun jika kita memilih jodoh salah satu parameter yang bisa kita jadikan penilaian terhadap seseorang adalah sahabatnya, kita pun bisa membaca sebuah riwayat yang mengisahkan diangkatnya seseorang yang berada di dalam neraka oleh sahabatnya di dunia. Bagituu banyak faedah yang didapatkan dari persahabatan yang baik, persahabatan yang diikat karena landasan agama. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dengan sahabat adalah kunci bagi kita agar faedah – faedah itu kita dapatkan baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Lalu bagaimana kita bisa menjaga hubungan baik kita dengan sahabat kita, berikut nasehat dari Habib Zainal Abidin Al –Hamid tentang adab menjaga hubungan dengan sahabat: ...