Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sahabat

Tentang Sebuah Hati

Hati dalam bahasa arab disebut “qalb” yang artinya bolak – balik. Penamaan ini berdasarkan sifat dan karakteristik dari benda ini yakni suka bolak – balik, suka berubah – ubah. Maka tak ayal salah satu doa yang banyak dipanjatkan oleh umat muslim adalah “ Yaa Muqolllibal Qulub, Tsabit Qulubina ‘Alaa Diinika ” “ Wahai Sang pembolak – balik hati, tetapkanlah hati kami di atas agama Mu ”. Yaa, kita perlu memohon doa semoga hati kita selalu terpaut dan berada dalam lingkup agama Nya karena apabila hati ini dipalingkan dari agamanya maka sesungguhnya itulah bencana terbesar bagi kita. Ngomong – ngomong soal hati, pastinya masing – masing  dari  kita memiliki banyak cerita yang membenarkan sifat dari suka bolak – balik nya hati. Betapa ketika kita merenungi, kita terkadang dibuat nya tersenyum – senyum tersebab dari “lucu” nya hati kita berbalik arah akan suatu hal. Berbalik dari tadinya benci menjadi cinta ataupun sebaliknya. Pernah suatu ketika salah seorang teman berc...

(Semacam) Janji Untuk Anak - Anak Ku (Kelak)

Aaah tetiba ingin mengabadikan lewat tulisan apa-apa yang memutar di kepala. Sedikit ragu karena beberapa hal, tapi ya sudahlah  anggap sebagai self reminder :) Apa yang terfikirkan dan berputar di dalam kepala beberapa waktu ini adalah tentang bagaimana mendidik anak. Sering sekali mencoba mengikuti video – video tentang parenting, membaca-baca artikel dan kisah tentang mendidik anak,  mendengar cerita dari sahabat dan saudara tentang mendidik anak, hingga tidak jarang  melihat secara langsung bagaimana orang tua berinteraksi dengan anak – anaknya. Akumulasi dari proses itu menimbulkan banyak ide terkait pola dan bagaimana kelak saya ingin mendidik anak – anak saya. Insyaallah . :)  Sesekali mencoba mempraktekan sih apa yang dipahami kepada anak orang lain seperti anak kakak (ponakan) atau anaknya teman tapi ya karena bukan anak sendiri jadi belum sesuai dengan road map yang sudah dicanangkan. Azeeekk .Hahaha. Jika berbicara mendidik anak maka tuntunan agama...

The Power of Meja Makan

Seberapa sering anda mendengar hal-hal besar ternyata bermula dari meja makan? Saya pribadi sangat sering sekali mendengarnya, baik itu dalam skala keluarga maupun sekala negara. Bagi anda pengamat dan pemerhati cara berpolitik Jokowi maka salah satu strategi Jokowi dalam memindahkan (aka menggusur) beberapa tempat di Solo ketika beliau menjadi Walikota disana maupun ketika masih menjabat menjadi gubernur Jakarta adalah politik makan bersama, politik meja makan. Bahkan yang paling seru dan paling anyar dari cara berpolitik meja makan Jokowi ini adalah ketika menghadapi isu demonstrasi besar-besaran dari mahasiswa-mahasiswa Jakarta dan sekitarnya, Jokowi pun menerapkannya dengan mengundang ketua-ketua BEM tersebut untuk datang ke Istana, makan bareng dan ngobrol bareng . Sebuah cara politik santun yang luar biasa dampaknya.Hehehehe Dilain kisah, saya pernah juga mendengar dan membaca kisah hidup Sri Mulyani, mantan menteri keuangan era SBY yang sekarang menjadi salah satu direktur...

Untuk Mu, Penyeru Kebaikan Ku

Assalamualaikum Yaa Syaikh :) Betapa senangnya kami memiliki mu, berkumpul dengan mu, mendengar dan membaca kata-kata hikmah yang begitu meluncur indah dari lisan dan tulisan Mu. Terimakasih Syaikh karena Engkau telah menjadi pengingat bagi kami ketika kami lalai, menjadi pencerah ketika kami tidak tahu arah, menjadi pembimbing ketika kebimbangan menerpa. Terima kasih Yaa Syaikh. Syaikh, boleh kah Kami menyampaikan apa yang kami rasakan sekarang? Rasa yang ternyata telah menumpuk lama dalam hati-hati kami. Rasa yang ternyata timbunan dari apa-apa yang kami rasakan ketika Engkau mengantarkan kata-kata hikmah melalui lisan  dan tulisan Mu. Rasa yang awalnya kami rasa hanya sebuah perasaan sepintas saja yang akan hilang bersama jalannya waktu namun ternyata kini mengakumulasi menjadi sebuah kegundahan dalam hati-hati ini. Kegundahan yang mungkin akan segera menguap jika ini kami utarakan kepada Mu. Syaikh, izinkan kami untuk mereferensikan pada penggalan sebuah ayat Al-Quran u...

Menyemai Kepasrahan di Awal hingga Akhir Sebuah Ikhtiar

Ada sebuah hal yang unik, yang perlu kita kuasai sebagai amunisi dalam rangka  me- manage tantangan, masalah dan kebingungan menentukan pilihan yang acap kali kita hadapi dalam kehidupan ini, amunisi itu adalah kepasrahan.  Definisi dari kepasrahan adalah bukan berarti diam tak bertindak lalu menunggu hal baru datang untuk mengganti hal yang lama, bukan itu. Karena sesungguhnya kepasrahan adalah sebuah tindakan yang dilakukan setelah menghabiskan tindakan – tindakan lainnya. Dalam bahasa agama kita mengenal tawakal sebagai sikap berpasrah diri atas apa yang telah dilakukan (ikhtiar) dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.   Sepintas definisi ini benar dan memang tidak boleh disalahkan , tapi  definisi ini adalah definisi umum. Lantas adakah definisi lainnya tentang arti kepasrahan/tawakal ?  Beberapa waktu lalu saya berdiskusi dengan salah seorang guru SMA, guru SMA yang paling technocholic   dan paling visioner yang pernah saya kenal. Beliau juga ...

Bagaimanakah Jalinan Persahabatan Kita Eratkan (?)

Berteman dan memiliki sahabat baik adalah dambaan kita semua. Tidak hanya karena kita makhluk sosial yang memang membutuhkan orang lain tetapi juga dengan bersahabat kita bisa menyelamatkan agama kita. Bukan hal yang jarang kita dengar bahwa agama seseorang bisa terlihat dari agama kawannya, Pun jika kita memilih jodoh salah satu parameter yang bisa kita jadikan penilaian terhadap seseorang adalah sahabatnya, kita pun bisa membaca sebuah riwayat yang mengisahkan diangkatnya seseorang yang berada di dalam neraka oleh sahabatnya di dunia. Bagituu banyak faedah yang didapatkan dari persahabatan yang baik, persahabatan yang diikat karena landasan agama. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dengan sahabat adalah kunci bagi kita agar faedah – faedah itu kita dapatkan baik di dunia ini maupun di akhirat kelak. Lalu bagaimana kita bisa menjaga hubungan baik kita dengan sahabat kita, berikut nasehat dari Habib Zainal Abidin Al –Hamid tentang adab menjaga hubungan dengan sahabat: ...

Kegilaan Yang Diinginkan Itu

Masih lekat diigatan saya doa yang pernah dipanjatkan dahulu yang kemudian  saya tuliskan dalam sebuah artikel  ketika masih ada di Indonesia dan sedang bersiap – siap berangkat ke Korea. Artikel itu adalah ini . Salah satu point dari alasan mengapa kuliah di Korea adalah karakter orang korea yang pekerja keras sehingga saya berasumsi jika saya ingin memiliki karakter  seperti itu, maka belajarlah dari orang Korea dengan langsung  pergi ke negerinya adalah cara terbaik untuk mendapatkannya. Doa itu pun terkabul dan ditunjukkan beberapa kali ketika saya sudah berada di negeri ini. Seperti yang terjadi dua hari dua malam terakhir, saya melihat “kegilaan“ itu. Betapa rekan – rekan satu laboratory saya hampir tidak tidur sepanjang dua hari ini. Mereka tinggal di lab untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Pagi hingga pagi lagi semua aktivitas dilakukan di laboratory bahkan untuk makan pun hampir selalu memanfaatkan delivery service . Sebuah kegilaan yang kadang say...

Tentang Sahabat dan Seonggok Flash Disk

Izinkan saya awali tulisan ini dengan ketawa..hehahahahha..(ga jelas banget siiih :p). Saya mengetik huruf demi huruf dalam curcol kali ini dibarengi dengan senyum dan ketawa yang tak berhenti-henti. Apa sebab? Karena saya ingin melakukan “pengakuan dosa” yang lucu sekaligus menyegarkan kembali beberapa moment lucu dan manis pada saat masa-masa Putih Abu-abu dengan sahabat terbaik saya dahulu. Perkenalkan inilah wajah saya dan sahabat terbaik saya ketika kami berada di   kelas 2 SMA. Gaya rambut yang lucu karena terpapar radiasi gaya rambut pada zaman itu.hahaha. Nama sahabat saya adalah Gito Sucipto, mau tahu tentang beliau silahkan tengok profile facebook nya berikut . Kami bersahabat semenjak dipertemukan di SMAN 1 Sumber hingga detik ini dan Insyallah jalinan persahabatan kami akan terus berjalan sampai hembusan nafas terakhir #tsaaahh. Saya ingin mengulang menceritakan tentang Gito tapi biar lebih ketawa lagi, ada tulisan yang saya juga tidak sadari perna...

Madrasah, Tempat Bermula Mengasah Diri dan Cita

Siang bolong di tengah terik matahari yang menyengat kulit dan mengeringkan setiap jemuran pakaian di pelataran rumah kala itu, menjadi waktu pengasahan bagi kami, saya dan beberapa anak kampung Kenanga. Ya, disaat panas yang sangat cocok untuk dibuat alasan tidur nyenyak di siang hari, di usia 9-12 tahun kala itu, saya dan teman-teman harus bergegas berjalan menuju tempat pembelajaran selanjutnya. Pembelajaran selanjutnya? Ya, pemebelajaran setelah pulang dari Sekolah Dasar (SD). Kami menyebut nya Madrasah. Madrasah menjadi sekolah selanjutnya setelah dari pagi kami menghabiskan waktu dengan celana merah dan baju putih kami. Masa itu, bukan lah masa yang terhitung mudah bagi anak usia 9-12 tahun karena godaan untuk pergi ke lapangan untuk bermain bola atau sekedar bermain layang-layang bersama tetangga dan kerabat sangatlah besar .Pun dengan jam belajarnya,  6 hari dalam seminggu dan hanya memiliki waktu libur di hari Jumat, jadi jangan pernah berharap berleha-leha di...