Langsung ke konten utama

Postingan

Setiap yang Berpuasa Pasti akan Bertemu Masa Berbuka

Diiingin!! Senin pagi yang dingin adalah lawan terberat memulai hari setelah libur akhir pekan. Sudah hampir dua minggu terakhir suhu pagi hari di luar rumah semakin menunjukkan penurunan karena periode winter yang semakin dekat. Saya seperti biasa bersiap-siap berangkat menuju kampus, setelah rapih menggunakan baju dan sepatu langsung dilanjutkan mencari helmet, sarung tangan dan masker penutup hidung plus telinga sebelum menuju parkiran sepeda. Aaaaah, saya baru teringat ketika tidak menemukan helmet dan masker ditempatnya, kalau jumat minggu sebelumnya saya pulang dari laboratorium menggunakan bus dan saya tinggalkan sepeda diparkiran dekat kampus. Jadilah senin pagi ini saya memiliki dua opsi, pergi ke halte bus untuk menunggu bus datang atau menyetop taksi di jalan depan rumah. Opsi kedua saya pilih karena pagi ini saya ingin cepat-cepat sampai kampus.   3 menit menunggu, taksi datang. Setelah saya mengucapkan salam dan menginformasikan tujuan, pengemudi taksi kembali...

“…Karena Kita Tidak Tahu Hidup Akan Membawa Kita Kemana…”

Rekan – rekan, mari kami kenalkan dengan sebuah komunitas unik yang berada di tanah rantau. UT Korea nama komunitas tersebut. Komunitas yang sudah berusia 9 tahun yang terus memberikan kejutan-kejutan disetiap masanya. Komunitas yang berdiri dan dikelola oleh rekan – rekan mahasiswa S2 – S3 Indonesia di Korea Selatan melalui PERPIKA dan dibantu pelaksanaanya oleh KBRI Seoul. Komunitas ini memfasilitasi dan menemani 300-an Pekerja Migan Indonesia (PMI) di Korea setiap semesternya untuk belajar dan mengembangkan diri. Mengapa komunitas ini unik? Izinkan kami menjawab melalui kisah –kisah berikut ini Mas Wahidin atau biasa kami memanggilnya Mas Didin, mahasiswa Bahasa Inggris UT Korea anggkatan 2012. Datang ke Korea selatan sebagai PMI dan kemudian disela-sela kewajiaban bekerja menyempatkan diri untuk mendaftar menjadi mahasiswa UT Korea. Selesai kontrak kerja di Korea, Mas Didin tidak hanya membawa tabungan ke Indonesia, tetapi juga menggondol ijazah S1 Sastra Inggris dari Univer...

Universitas Terbuka Korea: Organisasi Millennial di era 4.0

Minggu (28/07) bertempat di KBRI-Seoul, UT Korea menyelenggarakan rapat laporan pertanggunjawaban (LPJ) semester 2019.1 dan rapat kerja (Raker) untuk agenda tahun ajaran 2019.2. Pada kesempatan rapat ini, semua pengurus UT Korea baik yang sudah lama bergabung, baru bergabung dan yang akan purna tugas datang untuk menyampaikan laporan dan agenda-agendanya ke depan. Rapat LPJ dan Raker yang diadakan dari jam 10.00 – 17.30 ini, menjadi semakin special karena tidak hanya dihadiri oleh para pengurus, perwakilan Mahasiswa UT Korea dan Presiden PERPIKA 2018-2019, Rian Mahardika, tetapi juga dihadiri oleh Bapak Duta Besar Indonesia untuk Korea, Bapak Umar Hadi. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Pak Umar Hadi, beliau menceritakan kegembiraanya dengan hadirnya Universitas Terbuka di Korea. Hal ini dikarenakan UT bukanlah hal yang baru dikenal oleh beliau. Ketika beliau bertugas di Belanda dan Amerika, beliau sudah mengenal adanya WNI yang tinggal di negara tersebut yang   berkuliah...

UT Korea: Ikhtiar Mempersiapkan Generasi Emas Indonesia di Tanah Rantau

Hari – hari ini keoptimisan, kewaspadaan dan kadang kepesimisan membaur dalam obrolan – obrolan mengenai kependudukan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di negara tercinta kita, Indonesia. Sebabnya bukan lain adalah puncak bonus demografi Indonesia yang sudah ada di depan mata. Seperti data – data yang ditunjukkan oleh Badan Pusat Statistika (BPS), Indonesia yang pada tahun 2016 memiliki populasi penduduk sebesar 258 juta jiwa dengan komposisi usia yang mendominasi adalah usia 15 -34 tahun, diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada kisaran tahun 2025 – 2030. Bonus demografi yang berarti usia produktif (15 – 64 tahun) menjadi populasi terbanyak, menjadikan Indonesia harus waspada karena dengan jumlah usia produktif yang mendominasi akan bisa menghasilkan dampak sangat positif bagi pertumbuhan, perkembangan serta kemajuan Indonesia atau bisa jadi dampak sebaliknya. Usia produktif yang terarahkan, terlatih dan terdidik akan menjadikan kita siap menyambut puncak bonus ...

Keluarga Semut

Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga Selamat pagi Emak Selamat pagi Abah Mentari hari ini berseri indah Terima kasih Emak Terima kasih Abah Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti Agil sama Ara! Teteh mau jualan opak dulu ya Ya Teh... Jangan lupa bilang sama Abah ya! Ya Teh... Ya, Mau permen... Permen, permen apa? Permen apa aja... A.., Teteh berangkat dulu ya... Ya Teh... Harta yang paling berharga adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga Selamat pagi Emak Selamat pagi Abah Mentari hari ini berseri indah Terima kasih Emak Terima kasih Abah Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti Anak generasi 90-an pastilah tahu bagaimana melantunkan lirik lagu di atas.  :) Yaaa, itu adalah lagu “Ke...

Story About Love

Terkisah pada suatu masa dua sejoli telah menetapkan hari agung yang akan menjadi tonggak sejarah sepanjang hidup mereka. Hari agung yang didambakan oleh setiap makhluk bernyawa yang dianugerahi-Nya rasa cinta, hari agung yang membawakan kegembiraan bukan hanya untuk dua manusia tapi juga dua keluarga, hari dimana manjadi hari pentasbihan Sang Gagah menjadi raja dan Si Jelita menjadi ratunya. Hari pernikahan, kita menyebutnya. Diceritakan hari agung itu berjarak lebih dari 4 bulan lamanya dari masa pertemuan pertama antara dua sejoli tersebut. Sebuah pertemuan yang dimotori oleh seorang yang menjadi teladan bagi keduanya. 4 bulan adalah masa penantian yang tidak sebentar bagi Si Jelita karena dalam dirinya telah tumbuh benih harap untuk segera dididik  menjadi rekan yang siap menemani dalam pelayaran mengarungi lautan dunia. Namun bagi Sang Gagah, menyiapkan diri menjadi nahkoda yang tangguh dan menyiapkan segala perbekalan untuk berlayar, menjadikan rentang  4 bulan ada...

Tentang Sebuah Hati

Hati dalam bahasa arab disebut “qalb” yang artinya bolak – balik. Penamaan ini berdasarkan sifat dan karakteristik dari benda ini yakni suka bolak – balik, suka berubah – ubah. Maka tak ayal salah satu doa yang banyak dipanjatkan oleh umat muslim adalah “ Yaa Muqolllibal Qulub, Tsabit Qulubina ‘Alaa Diinika ” “ Wahai Sang pembolak – balik hati, tetapkanlah hati kami di atas agama Mu ”. Yaa, kita perlu memohon doa semoga hati kita selalu terpaut dan berada dalam lingkup agama Nya karena apabila hati ini dipalingkan dari agamanya maka sesungguhnya itulah bencana terbesar bagi kita. Ngomong – ngomong soal hati, pastinya masing – masing  dari  kita memiliki banyak cerita yang membenarkan sifat dari suka bolak – balik nya hati. Betapa ketika kita merenungi, kita terkadang dibuat nya tersenyum – senyum tersebab dari “lucu” nya hati kita berbalik arah akan suatu hal. Berbalik dari tadinya benci menjadi cinta ataupun sebaliknya. Pernah suatu ketika salah seorang teman berc...

(Semacam) Janji Untuk Anak - Anak Ku (Kelak)

Aaah tetiba ingin mengabadikan lewat tulisan apa-apa yang memutar di kepala. Sedikit ragu karena beberapa hal, tapi ya sudahlah  anggap sebagai self reminder :) Apa yang terfikirkan dan berputar di dalam kepala beberapa waktu ini adalah tentang bagaimana mendidik anak. Sering sekali mencoba mengikuti video – video tentang parenting, membaca-baca artikel dan kisah tentang mendidik anak,  mendengar cerita dari sahabat dan saudara tentang mendidik anak, hingga tidak jarang  melihat secara langsung bagaimana orang tua berinteraksi dengan anak – anaknya. Akumulasi dari proses itu menimbulkan banyak ide terkait pola dan bagaimana kelak saya ingin mendidik anak – anak saya. Insyaallah . :)  Sesekali mencoba mempraktekan sih apa yang dipahami kepada anak orang lain seperti anak kakak (ponakan) atau anaknya teman tapi ya karena bukan anak sendiri jadi belum sesuai dengan road map yang sudah dicanangkan. Azeeekk .Hahaha. Jika berbicara mendidik anak maka tuntunan agama...

The Power of Meja Makan

Seberapa sering anda mendengar hal-hal besar ternyata bermula dari meja makan? Saya pribadi sangat sering sekali mendengarnya, baik itu dalam skala keluarga maupun sekala negara. Bagi anda pengamat dan pemerhati cara berpolitik Jokowi maka salah satu strategi Jokowi dalam memindahkan (aka menggusur) beberapa tempat di Solo ketika beliau menjadi Walikota disana maupun ketika masih menjabat menjadi gubernur Jakarta adalah politik makan bersama, politik meja makan. Bahkan yang paling seru dan paling anyar dari cara berpolitik meja makan Jokowi ini adalah ketika menghadapi isu demonstrasi besar-besaran dari mahasiswa-mahasiswa Jakarta dan sekitarnya, Jokowi pun menerapkannya dengan mengundang ketua-ketua BEM tersebut untuk datang ke Istana, makan bareng dan ngobrol bareng . Sebuah cara politik santun yang luar biasa dampaknya.Hehehehe Dilain kisah, saya pernah juga mendengar dan membaca kisah hidup Sri Mulyani, mantan menteri keuangan era SBY yang sekarang menjadi salah satu direktur...