Langsung ke konten utama

Waktu Yang Berjalan Konstan

Terasa atau tidak, telah 2 minggu saya menginjakkan kaki di negeri ini. Telah 2 minggu pula saya meninggalkan keluarga dan sanak family di tanah asal untuk menggapai sebuah pengharapan, telah 2 minggu pula lantunan adzan yang biasa terdengar hampir lima kali setiap hari ditelinga ini sudah tak pernah terdengar lagi. 2 minggu, Sebuah perjalanan yang masih teramat pendek untuk pencapaian yang ingin diraih.



Hari ini, hari jumat, jumat ketiga saya ada disni. Hari ini, jumat pukul 12.27 saya masih berhadapan dan mengakrabi teman saya untuk beberapa waktu kedepan, computer di sebuah laboratorium. Hari ini saya ingin sekali menyampaikan kerinduan ketika berjalan bersama dengan rekan atau keluarga berbondong-bondong menuju masjid untuk menunaikan sholat jumat. Hari ini, saya teringat masa SMA dimana pada jam yang sama dibeberapa tahun lalu saya sedang mendengarkan khutbah dan sering sekali tertidur dan sebelumnya dilalui dengan berjalan dan bersenda gurau, menuju masjid bersama dengan beberapa teman saya.
Jumat ini, jumat terakhir di bulan februari 2014. Jumat lalu saya menghadiri acara wisuda di kampus ini dengan memandang penuh harap, setidaknya  suatu saat mungkin di hari jumat juga di 2 tahun yang akan datang saya yang akan mengenakan baju toga itu. Jumat ini, saya merasakan jumat ketiga melaksanakn sholat jumat bersama puluhan orang dari berbagai Negara. Dan di hari Jumat ini saya tersenyum lega dan ingin segera bertemu dengan sahabat saya yang menyusul menuju negeri ginseng ini untuk menggapai pengharapan yang sama.
Kapanpun, waktu yang terus berputar selalu memberikan makna dan kenangan, tidak terbatas tempat dan siapa rekan yang menyertai. Satu yang pasti bahwa waktu berjalan constant. Dan satu yang selalu dijaga adalah pengharapan dan semangat untuk bias berbuat terbaik dan bermanfaat bagi yang lain khususnya orang tua dan keluarga.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biaya Hidup Ala Mahasiswa Indonesia di Korea Selatan

Tulisan ini terinspirasi karena beberapa waktu belakangan ini beberapa orang   menanyakan tentang Yeungnam University (YU)   dan bagaimana pola kehidupan anak rantau dari Indonesia yang kuliah di YU salah satu sebabnya karena tulisan saya tentang Mengapa Kuliah di Korea dan Proses kuliah di Yeungnam University . Selain itu tulisan ini juga seolah menjadi pengingat dengan apa yang saya lakukan sebelum memutuskan untuk pergi ke sini (YU red) yakni mencari tahu informasi selengkap-lengkapnya tentang kuliah dan hidup di Korea. Maka saya mencoba membuat semacam opini   tentang YU dan seluk beluknya hasil dari apa yang saya lakukan sendiri maupun hasil dengar dari kawan-kawan lainnya. Pertama ingin review dulu tentang YU. YU merupakan salah satu kampus swasta yang terletak di Kota Gyeongsan – Korea Selatan. Gyeongsan   merupakan kota kecil yang terletak di pinggiran kota Daegu, konon Daegu adalah kota terbesar ke-3 di Korea Selatan setelah Seoul dan Busan. Home...

Surface Hardening

Untuk merefresh kembali materi kuliah ketika S1 dulu, saya ingi mengulang kembali beberapa materi yang mungkin nanti akan jadi makanan keseharian saya di laboratorium pengembangan paduan (Alloy Development) di Yeungnam University ini. Materi pertama yang ingin saya review adalah tentang proses pengerasan pada permukaan material. Beberapa hal yang menjadi alasan untuk melalkukan surface treatment diantaranya sebagai berikut : -        Menaikain ketahanan Aus -        Menaikkan kekerasan permukaan hingga sedalam 0,1 -0,5 mm -        Menambah ketahanan permukaan terhadap beban mekanis -        Memperbaiki ketahanan fatik Proses pengerasan pada material dapat dibagi menjadi 2 macam penggolongan yakni pengerasan secara termal/ selective heat treatment dan secara termokimia . Berikut adalah penjabaran dari masing-masing jenis pengerasan tersebut. A. ...

Tentang Kelengkapan Laboratorium Hingga Segitiga Ideal

Pernah kah anda menghitung harga satu lembar kertas tissue yang anda gunakan? Kalau belum, coba anda hitung dengan cara membagi harga tissue yang anda beli dengan jumlah helai kertas tissue yang didapatkan. (Ga ada kerjaan amat siih. Hehehe) Hari ini saya menghitung kertas tissue yang ada dalam foto di bawah ini: Kimtech Tissue Tahukah anda berapa harga per lembarnya? Harganya adalaaaahh (jreeeeng jreeng jreeeng) 170 KRW atau jika diasumsikan 1 KRW= 11 IDR maka harganya sama dengan Rp. 1.870,- Ya harganya segitu, jangan heran ya (entah karena kemahalan atau begitu murah, tapi bagi saya sih, Muahaal bingiiit) hehehe. Tissue ini adalah salah satu bahan “sepele” yang digunakan dalam keseharian kami beraktivitas di laboratorium. Kami mengunakannya untuk mengelap beberapa alat praktikum dan beberapa bahan uji yang membutuhkan pengeringan yang baik.Saya menemukannya baru ketika di negeri ini (korea .red), padahal dunia laboratorium bukan lah hal asing bagi saya di Indonesia....