Langsung ke konten utama

Postingan

Musa, Harun, Jokowi dan (?)

Aaah Nampak lebay sekali judul di atas, tapi tak apalah karena seperti jargon di blog ini, apapun yang terlintas, itu yang ingin diungkapkan. Hehehe. Berawal dari beberapa hari lalu melihat video eksklusif interview bapak presiden kita, Jokowi Dodo, dengan Kompas TV dan barusaaaan saja selesai mendengar rangkaian ceramah dari Dai’ muda Amerika, Mufti Hussain Kamani, tetiba langsung pengen berceloteh. Hehehe Jadi kalau yang belum nyambung, berikut video yang saya maksud : Video ini menuai banyak ragam tanggapan, kalau yang nyangkut di telinga dan penglihatan saya sih, lebih banyak yang mencela karena dinilai sisi kenegarawaanan seorang jokowi begitu tak terlihat dalam wawancara tersebut. Bahkan satu komentar yang ada di media social yang bikin saya” senyum-senyum” berbunyi seperti ini “ S emoga Alloh melimpahkan taufiq kepada beliau utk bisa memimpin negara dg lebih baik atau menggantinya dengan yg lebih baik sesegera mungkin ”. Hmm sebuah doa baik yang diikuti sebua...

KPK, Doa, Ibu dan Bersih-Bersih Toilet

Bismillah,eehhwuuuuhhhssss (tarik nafas , buang pelan-pelan). Begitu kondisi saya sebelum merangkai huruf demi huruf dalam tulisan ini. Tak cukup sekedar bismillah tapi harus didorong pula dengan ketenangan diri dalam wujud mengatur irama nafas. Apa sebab? hingga seakan begitu didramatisir perasaan yang saya rasakan ketika membuat tulisan ini. Tidak lain dan tidak bukan adalah tersebab kasus Polri Vs KPK (terulang lagi). Ya, setelah selesai sholat Jumat siang ini sambil menyantap makan siang hasil olahan sendiri, saya membuka media social, terkejut saya membuka salah satu berita yang di-share-kan oleh salah seorang teman   tentang penangkapan pimpinan KPK oleh POLRI. Dengan reflex yang begitu cepat, (mungkin lebih cepat daripada kecepatan cahaya di ruang hampa) Saya beristighfar dengan saaaaangaaaat “ khusu’ ” setelah selesai membaca berita tersebut.Huuuuuuuh. Jikalau saya bisa menangis maka mungkin saya ingin menangis di moment ini. Entah apa yang anda pahami dari kasus ...

PET, PVA dan Botol Minuman Bersoda

Aah lagi pengen ngoceh tentang polimer nih.hehe. Dikarenakan beberapa hari ini intens membaca tentang polimer mengingatkan saya dengan tulisan di awal – awal blog ini tentang polimer . Jadi saya ingin diskusi dengan anda J , Anda tahu kan botol untuk kemasan minuman bersoda? Sebut saja produk yang ada pada gambar – gambar di bawah ini :   Nah botol – botol tersebut dibuat dari kombinasi polimer jenis Polyethylene Terephtalate (PET) dan polyvinyl alcohol (PVA). Sejatinya polymer ini memiliki sifat dan struktur berbeda dan kedua polimer ini mempunyai sifat tidak bisa menyatu menjadi satu kesatuan yang homogen (immiscible) ketika dicampur. Kalau struktur kimanya PET itu kaya gambar di bawah ini Kalau PVA kaya yang dibawah ini: Nah, terus apa kaitannya dengan minuman bersoda dengan PET dan PVA tadi?? Jadiiii, kombinasi dua polimer tersebut jika dalam komposisi yang benar akan membentuk struktur lamellar, kaya gambar di bawah ini : Struktur terse...

Tentang Proses, Hasil Akhir dan Mengindahkannya

Dalam setiap aktivitas, hasil akhir adalah yang paling dimengerti orang dan pasti akan menjadi porsi terbesar dalam penilaian terhadap aktivitas tersebut. Meskipun terkadang sering didengungkan pula bahwa proses itu adalah sesuatu yang penting dan terpenting, namun tak dapat disanggah hasil akhir tetap menjadi rujukan dari sebuah aktivitas.  Ambil contoh, seorang anak sekolah jika ingin melanjutkan ke jenjang selanjutnya hampir pasti dinilai karena hasil Ujian Akhir atau hasil Ulangan Akhir Semesternya yang tertera dalam ijazah dan/atau rapot. Pun begitu dengan mahasiswa, terkadang standart IPK menjadi pembuka pintu utama untuk  mendapatkan pekerjaan atau beasiswa. Demikian juga dengan (ke)hidup(an), kita mengenal khusnul khotimah (meninggal dalam keadaan baik) dan su'ul khotimah (meninggal dalam keadaan buruk). orang terkadang bisa melihat dan menilai (walaupun bisa jadi salah, karena hanya Allah SWT yang tahu) "kualitas" seseoarang dari bagaimana dia mengakhi...